Kamis, 09 Juni 2016

AKUN NERACA DAN RUGI LABA



AKUN NERACA DAN RUGI LABA


A.    PENDAHULUAN
Laporan keuangankan hasil akhir dari siklus akuntansi. Laporan keuangan yang utama adalah neraca laporan rugilaba yang dimulai dari pengidentifikasian dan pengukuran data sumber/bukti transaksi yang selanjutnya dicatat dalam jurnal kemudian dipindahkan kedalam buku besar. Untuk selanjutnya dilakukan proses peringkasan kedalam  neraca saldo. Jika rekening yang menunjukan saldo yang sebenarnya sudah disesuaikan, maka dengan alat kertas kerja/ neraca lajur akan dapat dibuat laporan keuangan.
Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Neraca terdari dari 2 bagian yaitu:
1.    Aktiva
berisi daftar keuangan yang dimiliki suatu perusahaan.   
2.    Passiva
          menunjukan sumber atau asal aktiva yang terdiri dari utang dan modal.
Laporan rugi/laba adalah laporan yang menunjukan pendapatan dan beban perusahaan untuk jangka waktu tertentu.
B.    REKENING NERACA
Rekening neraca terdiri dari 3 bagian yaitu:
1.  Harta/aktiva
2.  Utang
3.  Modal
ad. 1.   Harta/aktiva
       Adalah daftar kekayaan yang dimiliki perusahaan bik yang berwujud maupun yang tida berwujud dan mempunya nilai uang.
       Harta dapat dibagi menjadi:
a.  Harta lancar 
Adalah kekayaan perusahaan yang berupa Kas/Bank dan kekayaan   lain yang dapat diharapkan dicairkn menjadi kas Bank, dijuaal atau dipakai habis dlam satu tahun atau daalaam siklus kegiatan normal perusahaaan, jika melampaui satu tahun.
Termasuk dalam harta laancar antara lain :
 a.1. Kas/Bank
Alat pembayaran/rekening giro perusahaaan yang siap bebas digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan
 a.2.  Surat Berharga 
Adalah saham/obligasi dan sejenisnya yang dapat segera untuk dicairkan/diuangkan baik di Bank maupun di bursa
 a.3.  Piutang wesel         
Adalah surat janji yang diterima dari debitur. Promes adalah piutang yang tertulis untuk membayar sejumlah uang tanggal yang telah ditetapkan.
a.4.  Piutang usaha
Adalah tagihan kepada pihak lain tanpa disertaibukti tertulis piutang ini timbul karena penjualan barang/jasa secara kredit
            a.5.  Persediaan
Dalam perusahaaan dagang barang-barang yang dibeli untuk dijual kembali, sedang dalam perusahaan industri , barang dalam proses, persediaan bahan pembantu dan persediaan barang jadi.
 a.6.  Beban dibayar di muka              
Adalah beban yang telah dilakukan pembayarannya untuk digunakan dalam aktifitas perusahaaan dimana yang akan tiba
             a.7.  Perlengkapan/Bahan habis pakai (supplies)
Adalah barang atau bahan yang sengaja diperoleh dan disediakan dalam rangka operasi umum perusahaan.
a.   Investasi jangka panjang
Adalah investasi/penyertaan/penaanaman modal yang dilakukan untuk jangka panjang dengan tujuan untuk mengontrol perusahaan dan untuk mendapatkan pendapatan tetap.
Termasuk di dalamnya antara lain :
-  Inventasi dalam saaham dan obligasi
-  Dana yang dicadangkan untuk pelunasan utang jangka panjang
-  Aktiva lain-lain untuk dimanfaatkan dimasa yang akan datang
a.    Aktiva tetap
Adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalm bentuk siap pakai atau lebih dahulu, digunakan untuk operasi perusahaan dan tak dijual sertai mempunyai manfaat lebih dari satu tahun, antara lain : Peralatan, mesin mesin,kendaraan, gedung, tanah.
b.    Aktiva tidak berwujud
Adalah hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam   memperoleh pendaapatan.
Aktiva tidak berujud antara lain :
d.1.   Hak Paten
Adalah hak yang diberikan oleh pemerintah melalui Direkorat Paten Kepada perseorangan/badan usaha untuk menggunakan penemuan baru.
d.2.  Hak Cipta
Adalah hak yang diberikan oleh pemerintahh kepada badan usaha/perseorangan untuk memperbanyak/memperjuallkan barang-barang hasil karya seni/tulisan.
d..3.  Merk Dagang
Adalah hak yang diberikan oleh pemerintah kepada baddan usaha untuk menggunkan nama, cap atau lambang baggi usahanya..
d.4.  Franchese
Adalah hak istimewa yang diperoleh perusahaan/perseorangan dari pihak lain untuk mengkomersilkann produk, tehhnik atau formula.
d.5.  Good Will
Adalah keistimewaan yang diimiliki perusahaan karena letak strategis, nama baik perusahaan, personalia  yang baik, sehingga memperoleh pendapatan yang lebih besar dibanding dengan perusahaan yang sejenis.
                               d.6.   Hak Sewa (Leasing)
         Adalah hak untuk menggunakan aktiva tetap dari pihak lain.
c.   Aktifa lain-lain
Adalah aktifa yang tidak dapat secara layak dterhadap keempat aktifa di atas
Misalnya : Mesin yang tidak dipaka
Biaya pendirian
Biaya emisi saham

Ad.2.  Utang/Kewajiban
Kewajiban merupakan pengorbanan ekonomi yang wajib dilakukan oleh perusahaan dimasa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aktiva atau pemberian jasa yang disebabkan oleh tindakan atau transaksi sebelumnya.
berdasarkan jangka waktu pelunasannya maka kewaajiban dapat dibagi menjadi :
a.     Kewajiban lancar
adalah kewajiban yang harus dilunasi tidak lebih dari satu tahun atau satu siklus normal operasi perusahaan.  Termasuk kewajiban lancar :
-          Utang Usaha
-          Utang Wesel
-          Utang biaya/biaya yang masih harus dibayar
-          Utang bunga
-          Utang pendapatann/pendapatan yang diterima di muka
b.     Kewajiban jangka panjang
Adalah kewajibann yang harus dilunassi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun/satu siklus normal operassi perusahaan..  termasuk dalam utang jangka panjang :
-    Utang hipotik
Adalah pinjaman jangka panjang dari Bak dengan jaminan aktiva tetap,  jika pada saatnya pinjaman tidak dilunasi maka bannk akan menjuall jaminannya dan diperhitungkan dengan jumlah pinjaman.
-   Utang Obligasi
Adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan menjual/mengeluarkann surat-surat obligassi.  Obligassi merupakan janji tertulis untuk membayar pinjaman pada saat pelunasannya dan memberikan bunga tetapp yang dibayarkan secara berkala.

-    Kredit Investasi
Adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan memperoleh  pinjaman dari Bank  untuk pembayaran atau perluassan perusahan.
c.     Kewajiban lain-lain
Utang ini meliputi semua utang yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar maupun kewajiban jangka panjaang..
Misalnya :   Utang kepada direksi
                        Jaminan yang diterima dari langganan
d.3.  Modal
Adalah hak pemmilik atass aktiva  perusahaan.
Dari segi perusahaan modal adalah utang perusahaan kepadda pemilik.  Besarnya modal pemilik sama dengan akktiva dikurangi utang.  Modal terdiri dari setoran pemilik dan sisa laba yang belum dibagi.
Pemberian nama modal tergantung dari jenis perusahaan.
Sebagai contoh :
Bentuk perusahaan                                               Nama Modal
-  Perseroan                                                         -  Modal Pemilik
-  Persekutuan                                                      -  Modal Sekutu
-  Perseroan Terbatass                                          -  Modal Saham
-  Koperasi                                                           -  Modal Anggota
C.     REKENING RUGI LABA
Elemen atau unsur rekening Rugi Laba antara lain :
1.    Pendapatan
Adalah penambahan terhadap moddal sebagai hassil operasi perusahaan.  Pendapatan timbul dari penyerahan barang dagangan//jassa atau aktivitass lainnya dalam satu periode.
Contoh rekening pendapatan sebagai berikut :
- pendapatan jasa angkutan
- pendapatan servis
- pendapan komisi
       - pendapan bunga
2.   Beban
   Adalah pengorbanan yang dikeluarkan dalam memperoleh pendapatan.
   Contoh :
-          Beban Gaji
-          Beban Sewa
-          Beban Bunga

TAHAP TAHAP AKUNTANSI





A.    PENDAHULUAN
Pencatatan transaksi secara langsung dari transaksi ke laporan keuangan akan menimbulkan kesalahan besar yang berakibat fatal.
Apa bila pencatatan terjadi kesalahan sulit untuk menemukan kembali.  Oleh karena itu pencatatan transaksi dilakukan secara bertahap.  Prosedur pencatatan bertahap mulai dari pencatatan transaksi sampai menjadi laporan keuangan disebut peoses akuntansi atau tahap-tahap akuntansi atau siklus akuntansi.

B.    PENCATATAN
Siklus akuntansi dimulai dari adanya suatu transaksi dan kejadian yang harus dicatat. Transaksi (transaction) adalah tindakan yang mengakibatkan perubahan harta, utang dan modal yang berhubungan dengan pihak luar misalnya setoran modal keperusahaan, pembelian barang, pembayaran utang.  Kejadian (Event) adalah tindakan yang terjadi di dalam perusahaan, misalnya: penyusutan aktiva, pemakaian perlengkaan kantor. Sebelum transaksi dicatat harus dibuatkan bukti transaksi yang disebut dokumen sumber atau bukti transaksi.
Bukti pembukuan terdiri dari bukti transaksi dan bukti pencatatan (bukti jurnal).  Dokumen sumber atau bukti transaksi baik yang diterima dari pihak luar (kwitansi, nota, faktur) maupun pihak intern (bukti kas masuk atau keluar) harus diteliti lebih dahulu keabsahannya.  Setelah bukti transaksi dicatat maka langkah berikutnya dicatat dalam jurnal, secara kronologis atau urutan waktu.

C.    PENGIKHTISARAN
      Dari tahap pencatatan (bukti pembukuan-jurnal-buku besar) maka prosedur berikutnya adalah tahap pengikhtisaran yang terdiri dari:
a.   Neraca saldo
Adalah daftar yang berisi saldo-saldo dari rekening buku besar.
b.  Kertas kerja atau neraca lajur  
Neraca saldo adalah merupakan bahan utama penyusunan laporan keuangan tetapi ternyata tidak semuanya rekening yang ada di neraca saldo langsung dapat digunakan, namun masih ada yang belum menunjukkan posisi atau keadaan yang sebenarnya.
      Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan karena adanya hal-hal di atas maka perlu dibuat kertas kerja atau neraca lajur.  Kertas kerja adalah daftar yang berlajur-lajur yang dipergunakan untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.
c.  Laporan keuangan  
Berdasarkan kertas kerja atau neraca lajur lajur di atas maka dapat   dibuat laporan keuangan.
d.  Jurnal Penutup  
Untuk menutup rekening sementara atau rekening nominal maka beban dan Pendapatan dipindahkan ke rekening laba/rugi melalui jurnal penutup yang dibuat di jurnal umum. Secara formal jurnal penyesuaian dn jurnal penutup dipindahkan ke buku besar untuk menutup rekening sementara.
e.  Neraca saldo penutupan
Setelah buku besar ditutup maka dapat dihitung saldo dalam buku besar dan dapat disusun neraca saldo setelah penutupan, sekaligus berfungsi untuk mengontrol kebenaran jumlah debet dan kredit.
f.   Jurnal Pembalik
Ayat pembalik merupakan alternatif. Artinya boleh dibuat boleh tidak, tergantung ayat penyesuaian sebelumnya. Jika ayat sebelumnya misalnya: mendebit rekening biaya dan mengkredit  aktiva, maka sesuai dengan azas konsistensi maka perlu dibuat jurnal pembalik setelah buku besar ditutup, tetapi jika sebaliknya maka tidak perlu dibuat jurnal pembalik.

D.    PELAPORAN
Sebagai hasil akhir dan tujuan akutansi adalah menghasilkan informas ekonomi, untuk mengambil keputusan bagi pihak yang memerlukannya. Agar hasil akhir mudah dimengerti dan mudah memberikan gambaran yang jelas maka data perusahan perlu diproses melalui tahap-tahap dalam siklus akutansi, berdasarkan suatu prinsip yang berterima umum.
Laporan keuangan dibuat pada akhir periode kutansi misalsetiap 3 bulan, persemester atau setahun sekali dan sebagainya.
Laporan keuangan terdiri dari:
1.   Neraca  
2.   Laporan rugi/laba
3.   Laporan perubahan modal
4.    Laporan perubahan posisi keuangan.
5.    Catatan atas laporan keuangan   
6.      Laporan atau informasi lain sebagai pelengkap
Didalam buku ini hanya akan dibahas naraca, laporan rugi/laba dan laporan perubahan modal.
1.  Neraca
adalah daftar yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada saat   tertentu, meliputi harta, utang dan modal.
2.  Laporan rugi/laba
adalah laporan yang menggambarkan hasil usaha suatu perusahaan pada periode tertentu. Dalam laporan rugi/laba disajikan semua penghasilan dan beban.
3.  Laporan perubahan modal
adalah laporan yangmenunjukan perubahan modal selama satu periode. Dalam perubahan laporan modal disajikan modal awal, rugi/laba, prive dan modal akhir.

Membuat Persediaan Pada Myob